BAHAN KOMSEL GKJ JEMBATAN LIMA

Minggu, 26 Mei 2024

 

Perdamaian Kristus
(Kol. 1:12-20)

 

Perasaan kita saat sedang bermusuhan dengan sesama tentu tidaklah nyaman. Bila berlarut-larut keadaan tersebut dibiarkan tentulah sangat mengganggu dan merusak. Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia dan Allah menjadi seteru. Dari perseteruan tersebut keadaan manusia dalam keadaan yang sangat buruk. Tidak heran bila Kain tega membunuh Habel, adiknya. Dosa menjadi semakin merajalela. Namun Allah mengambil inisiatif untuk berdamai dengan manusia agar keadaan manusia dipulihkan. Sederhana dari pihak manusia, tetapi rumit bagi Allah. Allah harus datang ke dunia dan mati bagi manusia melalui kematian Kristus di kayu salib. Oleh sebab itu Rasul Paulus mengucap syukur dengan bersukacita atas tiga perbuatan Allah dalam berdamai dengan manusia. Tiga perbuatan Allah itu adalah sebagai berikut:

  1. Allah melayakkan kita untuk mendapat bagian dalam kerajaan terang (ayat 12). Allah yang Mahakudus tidaklah mungkin dihampiri oleh manusia yang berdosa. Tetapi karena Kristus, kita dilayakkan. Dosa memisahkan Allah dengan manusia, sebaliknya Yesus mendamaikan dengan melayakkan kita mendekat kepada-Nya. Efesus 3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
  2. Allah telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan (ayat 13). Ketika Yesus datang ke dunia ini, Ia mempunyai misi yang luar biasa. Ia harus masuk ke sarang musuh yaitu Iblis yang telah menyandera manusia berdosa. Yesus harus membebaskan manusia berdosa dengan berkorban nyawa-Nya sendiri. Ia menebus manusia dengan diri-Nya sendiri. Namun perlu diingat bahwa penebusan Yesus bukan dibayarkan kepada Iblis tetapi kepada Allah sendiri. Penebusan Yesus melalui korban di kayu salib telah memuaskan hati Bapa sehingga siapa yang percaya kepada Yesus diselamatkan. Dengan demikian Allah telah memindahkan kita yang berdosa kepada kerajaan Anak-Nya yang kekasih, Yesus Kristus.
  3. Allah mengampuni dosa kita (ayat 14). Perdamaian tidak akan terjadi bila tanpa pengampunan. Allah berkenan mengampuni kita. Ia bersedia menghapuskan semua hutang dosa kita. Allah tidak akan menghukum kita lagi. Setelah Yesus menebus kita, Allah tidak lagi menuntut tanggungjawab kita. Yesus telah menanggung tuntutan Allah di dalam diri-Nya melalui kematian-Nya di kayu salib. Dosa kita tidak lagi diingat-ingat lagi oleh Allah.

Respon kita setelah Allah mendamaikan diri-Nya dengan kita adalah dengan berdamai terhadap sesama yang bersalah. Allah yang mau mengampuni kita, demikian juga kita harus mengampuni yang bersalah kepada kita. Kiranya kita terus mengembangkan perdamaian dengan semua orang seperti yang tertulis dalam firman berikut, Ibrani 12:14

“Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”

Dan, Roma 12:18

“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”

 

Pertanyaan untuk didiskusikan.

  1. Sudahkah Anda diperdamaikan dengan Allah?
  2. Adakah Anda memiliki musuh dan apakah sudah menyelesaikan dengan berdamai dengannya?
  3. Upaya apa yang telah Anda lakukan agar hal itu bisa terjadi?
Follow us: