Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 01 Maret 2026

IMAN YANG DIUJI DAN DIMURNIKAN
被試驗和驗淨的信心
(1 Petrus 1:6-7)

 

Pernahkah saudara membayangkan bila sekolah tanpa ujian atau ulangan? Ujian diberikan untuk maksud mengetahui seberapa jauh kita memahami materi atau pelajaran. Tentu bukan bermaksud untuk menjatuhkan atau mencari kesalahan, tetapi sebaliknya untuk mendorong agar lebih baik lagi.

Surat 1Petrus ditulis oleh Petrus sendiri kepada jemaat yang berada di wilayah Asia Pontus, Galatia dan Kapadokia yang sedang mengalami penganiayaan. Petrus menulis dari Roma (ia menyebutnya sebagai Babel). Pada masa Kaisar Nero berkuasa sekitar tahun 64M. Karena ketidaksukaannya pada orang Kristen ia membakar kota Roma dan menjadikan orang Kristen sebagai kambing hitamnya. Akibatnya orang Kristen dicaci-maki dan mengalami penderitaan secara tidak adil.

Alih-alih Petrus mengangkat penderitaan yang sedang dialami oleh umat Tuhan masa itu, ia justru mengangkat doksologi (pujian) kepada Allah atas anugerah-Nya di awal suratnya. Hal inilah yang menjadi alasan untuk bergembira di ayat ke-6. Kita sudah menerima anugerah keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus. Keselamatan itu dalam satu paket lengkap, yaitu: kelahiran baru (ayat 3), menerima bagian yang tersimpan selamanya di surga (ayat 4), dan iman yang dipelihara oleh kekuatan Allah (ayat 5). Strukturnya: Gembira, menderita, dan diakhiri dengan bahagia.

Namun, hidup ini masih berjalan. Iman ini masih ditopang oleh pengharapan. Kita memiliki pengharapan sampai terpenuhinya janji Tuhan. Iman harus melalui ujian dan pemurnian. Tujuan diuji dan dimurnikan tidak lain dan tidak bukan adalah agar iman yang timbul adalah yang murni dan teruji serta kita akan memperoleh pujian, kemuliaan dan kehormatan dari Allah.

Marilah kita tetap tekun dalam mempertahankan iman kita sampai Tuhan Yesus datang dengan terus berpengharapan di dalam Dia yang tetap mendampingi kita sampai akhir zaman. Kiranya Tuhan menolong kita semua.

 

Bahan diskusi kelompok

  1. Sudahkah Anda memiliki dasar untuk berbahagia walaupun di tengah penderitaan? Kelahiran baru, warisan kekal dan pemeliharaan Allah atas iman kita.
  2. Penderitaan apa yang pernah atau sedang Anda alami?
  3. Bagaimana Anda dapat memberikan penghiburan kepada teman Anda yang sedang dalam penderitaan? (karena sakit, masalah keuangan, konflik dalam keluarga, tekanan sosial dan mental).
Follow us: