Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 08 Maret 2026

MENGANDALKAN TUHAN DI TENGAH KRISIS
在危機中依靠上帝
(Mazmur 46:1-11)

 

Kehidupan di dunia ini tidak pernah lepas dari berbagai macam krisis. Entah itu krisis ekonomi, kesehatan, keamanan, pergolakan keluarga, atau bahkan kegoncangan iman secara pribadi. Ketika bumi berguncang dan gunung-gunung dilemparkan ke dalam laut (ay. 3), pertanyaan besarnya adalah: Siapakah yang kita andalkan?

Mazmur 46 hadir sebagai lagu kemenangan dan penghiburan bagi umat Allah yang sedang menghadapi situasi genting. Jauh dari sekadar optimisme kosong, mazmur ini mengajak kita untuk melihat realitas yang lebih tinggi dari realitas krisis yang kita hadapi: realitas kehadiran dan kedaulatan Allah. Dari Mazmur ini kita dapat melihat tiga fakta yang menakjubkan

  1. Allah sebagai tempat perlindungan kita (ayat 1-4)
    Saat itu bangsa Israel dalam krisis yang luar biasa. Yehuda telah dikuasai oleh Asyur dan Yerusalem terkepung. Namun Tuhan mengutus malaikat-Nya dan melindungi bangsa Israel dengan ajaib.
    Kita punya Allah yang sanggup melindungi kita dari krisis yang menguasai kita. Namun sudahkah kita menjadikan Dia tempat perlindungan kita.
  2. Allah menjamin keamanan di mana pun kita berada (ayat 5-8)
    Pemazmur menggambar Allah sebagai kota benteng dan menyertai kita. Dia Allah yang sanggup melindungi kita dari berbagai ancaman yang menghadang. Oleh sebab itu andalkan Tuhan yang sanggup memagari kita dari segala bahaya.
  3.  Allah yang berdaulat atas seluruh bumi (ayat 9-12)
    Tuhan sanggup menghentikan peperangan, mematahkan busur panah, menumpulkan tombak dan membakar kereta-kereta dengan api. Dia di atas segalanya. Maka dari itu andalkan Tuhan dalam segala keadaan sulit yang Anda hadapi.

Sebagai penutup firman Tuhan dalam Yeremia 17:7-8 (TB) berkata demikian: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

 

Pertanyaan untuk diskusi kelompok

  1. Krisis apa yang sedang Anda hadapi dan bagaimana Anda mengandalkan Tuhan dalam krisis tersebut?
  2. Bagaimana cara Anda benar-benar menyerahkan persoalan yang sedang terjadi hanya kepada Tuhan dan apa saja yang Anda lakukan?
Follow us: