Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 01 Februari 2026

MENGASIHI: KEBEBASAN ATAU KEHARUSAN?
愛:是自由或必須?
(1Yohanes 4:19-21, 5:1-3)

 

Tema Minggu ini menarik karena menggugah kesadaran kita. Mungkin selama ini kita mengasihi sebagai tuntutan karena menganggapnya sebagai perintah. Atau sebagai pilihan yang bebas untuk dilakukan atau tidak. Mengasihi sesungguhnya keharusan/keniscayaan dan sekaligus juga sebagai kebebasan. Terkadang sebagai orang percaya terbelenggu dengan situasi sulit untuk mengasihi. Ada beribu alasan untuk menerapkan perintah untuk mengasihi ini. Miroslav berkata: Krisis zaman kita bukanlah krisis pengetahuan, tetapi krisis kasih. Kita tahu lebih banyak tentang penderitaan global tetapi semakin tidak mampu merespons dengan belas kasih yang efektif.

Bahkan yang memprihatinkan ada yang berkata: Biarlah orang Kristen bicara banyak tentang kasih, tetapi kita saja yang melakukannya. Celakanya hal ini dikatakan oleh orang yang bukan Kristen. Mereka menilai orang Kristen hanya tahu teori mengasihi tetapi tidak melakukannya.

Jadi intinya kita sudah terlalu banyak bicara tentang kasih tetapi minim dalam pelaksanaannya. Untuk itu Minggu ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kasih adalah kebebasan dan sekaligus keharusan.

Sebagai kebebasan yang pertama, kasih adalah sifat Allah sendiri. Jika kita mengaku percaya kepada Yesus, kita menjadi anak-anak-Nya maka kita hidup seturut sifat Bapa kita yaitu mengasihi. Yang kedua, kasih adalah respon kita untuk kasih karunia Allah. Jika kita sudah mengalami kasih Allah maka seharusnya kita mengasihi sesama kita. Yang ketiga, kasih sebagai refleksi iman kita. Jika kita mengaku memiliki iman, iman itu harus diwujudkan yaitu dalam tindakan kasih. (Yakobus 2:17 iman yang tidak disertai perbuatan adalah mati).

Sebagai keharusan yang pertama, kasih adalah buah dari hidup orang yang telah ditebus oleh Kristus (Gal. 5:22-23). Orang percaya jika tidak berbuah maka seperti pohon yang siap ditebang. Yang kedua, hati yang baru memungkinkan untuk mengasihi. Yang ketiga, seorang yang berdosa hidup diperbudak oleh dosa, sebaliknya kasih karunia membebaskan. Bebas untuk mengasihi sesamanya.

Bila dikombinasikan antara keharusan dan kebebasan maka kasih tanpa keharusan hanya sekadar perasaan, sebaliknya kasih tanpa kebebasan maka hanya legalitas tanpa jiwa. Jadi, perintah mengasihi adalah kebebasan yang terwujud di dalam keharusan. Kiranya Tuhan Yesus menolong kita untuk melakukan perintah-Nya dengan setia. Amin.

 

Pertanyaan untuk direnungkan :

  1. Hal sulit apa yang sering menghalangi Anda untuk mengasihi?
  2. Bisakah Anda menceritakan tindakan kasih yang dilakukan dalam seminggu ke belakang?
Follow us: