Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 21 Desember 2025
MENGHIDUPI KARAKTER KRISTUS
活出基督品格
Galatia 4:19
“Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.”
Dalam perjalanan iman, seringkali kita hanya fokus pada aktivitas rohani, pengetahuan teologi, atau pelayanan yang tampak di luar saja. Namun, Rasul Paulus mengingatkan jemaat Galatia tentang suatu kerinduan yang lebih dalam dan mendasar, bukan sekadar pertumbuhan dalam hal lahiriah, tetapi kelahiran dan pertumbuhan karakter Kristus di dalam diri setiap orang percaya.
Paulus menggunakan metafora yang kuat dan personal: “menderita sakit bersalin lagi.” Ini menggambarkan usaha, pergumulan, dan penderitaan yang dialaminya demi pertumbuhan rohani jemaat di Galatia. Mengapa? Karena mereka telah tergoda untuk meninggalkan kasih karunia dan kembali kepada hukum Taurat sebagai dasar keselamatan. Bagi Paulus, tujuan utama bukanlah ketaatan legalistik, tetapi “sampai rupa Kristus benar-benar menjadi nyata di dalam kamu.”
Frasa “rupa Kristus” (dalam bahasa Yunani: morphōthē Christos) berarti bentuk, karakter, atau sifat-sifat Kristus yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah proses transformasi batiniah di mana pikiran, sikap, perkataan, dan tindakan kita semakin mencerminkan Yesus. Proses ini membutuhkan waktu, disiplin, dan seringkali melibatkan “sakit bersalin”—baik dari pihak pemimpin rohani yang membimbing, maupun pergumulan pribadi kita dalam menyerahkan diri kepada karya Roh Kudus.
Sebagai orang percaya, kita dapat dengan mudah terjebak pada penampilan luar; rutinitas ibadah, aktivitas gereja berupa pelayanan, atau pengetahuan Alkitab/doktrin, tanpa mengalami perubahan karakter yang esensial. Hidup Kristen bukan sekadar tentang mengetahui tentang Kristus, tetapi yang lebih diutamakan adalah menjadi serupa dengan Kristus dalam kasih, kerendahan hati, pengampunan, dan kesetiaan. Hal ini hanya mungkin terjadi ketika kita membiarkan Roh Kudus bekerja dalam setiap area kehidupan kita, sekalipun prosesnya tidak nyaman dan menuntut kematian terhadap keinginan diri (ego) yang lama.
Pertanyaan untuk direnungkan:
- Apakah ada sikap, kebiasaan, atau pola pikir yang perlu “dilahirkan kembali” melalui proses yang mungkin tidak mudah?
- Jika “rupa Kristus” harus nyata dalam hidup Anda hari ini, manifestasi praktis apa yang orang lain dapat lihat dalam cara Anda bekerja, berelasi, atau merespons tekanan?