Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 29 Maret 2026

MENJADI BERKAT DI TENGAH PERGUMULAN
在掙扎中成為祝福
(2 Korintus 8:1-5)

 

Kita kerap berpikir bahwa kita bisa memberi ketika segala sesuatunya beres. Namun, jemaat Makedonia mengajarkan hal sebaliknya. Dalam 2 Korintus 8:1-5, mereka justru melimpah dalam kasih karunia di tengah pencobaan yang berat dan kemiskinan yang dalam. Mereka bahkan memberi melampaui kemampuan mereka dan dengan sukarela.

Mereka tidak menunggu kondisi nyaman atau ideal. Mereka mengerti bahwa menjadi berkat bukan soal kelimpahan harta, tetapi kelimpahan hati yang telah lebih dulu dikasihi dan dikaruniai oleh Allah. Pemberian mereka lahir dari kerelaan, bukan paksaan, karena diri mereka sendiri telah lebih dahulu dipersembahkan kepada Tuhan.

Pergumulan kita hari ini bisa menjadi panggung di mana kasih karunia Allah dinyatakan melalui tindakan iman kita. Jangan tunda untuk menjadi berkat. Dari kekurangan pun, Tuhan sanggup melipatgandakannya menjadi kelimpahan bagi orang lain.

 

Pertanyaan untuk direnungkan:

  1. Mana yang lebih saya andalkan untuk menjadi berkat: kondisi yang mendukung atau keyakinan akan kasih karunia Tuhan yang cukup?
  2. Bagaimana saya belajar untuk memberi bukan dari kelimpahan, tetapi dari kekurangan karena percaya pada kasih karunia-Nya?
Follow us: