Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 04 Januari 2026
PRIORITAS YANG DIPULIHKAN
復興優先
MATIUS 6:25-34
Dalam kehidupan sehari-hari kita diperhadapkan dengan banyak pilihan, minimal dua pilihan; ini atau – itu? Nas yang kita bicarakan pada Minggu ini sesungguhnya bukan bicara hanya mengenai kekuatiran seperti pemahaman kita selama ini. Nas tersebut lebih berbicara mengenai prioritas kita. Konteks dekatnya dari ayat sebelumnya yaitu dalam Matius 6:24 (TB) Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Arti dari nas tersebut adalah siapa yang kita prioritaskan dalam hidup ini; Allah atau Mamon (hal lain selain Allah baik itu harta, kesenangan, uang dll). Arti kata prioritas sendiri berarti yang didahulukan atau diutamakan. Jadi dari ayat 24 itu Tuhan Yesus sekaligus bertanya; siapa yang kita dahulukan atau utamakan dalam hidup ini? Tuhan atau yang lain?
Ada beberapa hal yang bisa menggeser prioritas kita kepada Allah. Salah satunya adalah kekuatiran. Kecenderungan manusia memang lebih suka memilih yang jasmani atau materi dari pada yang rohani atau non materi. Kita terfokus dan menjadi kuatir pada apa yang hendak kita makan, minum dan pakai. Seringkali kita tidak berani atau kurang berani memercayai Allah yang sanggup memenuhi apapun yang kita butuhkan, termasuk kebutuhan makan, minum, pakai itu. Memilih Allah dan kehendak-Nya memang tidak menarik untuk menjadi prioritas. Namun jika kita rindu menyenangkan hati-Nya dan menikmati segala kebaikan-Nya, maka jalan terbaiknya adalah utamakan Tuhan dari pada yang lain dan jangan kuatir lagi (Matius 6:33).
Tiga penerapan yang bisa dilakukan dalam mendahulukan Tuhan dari pada yang lainnya yaitu:
- Dari pada memikirkan kebutuhan, pilihlah untuk mengenal Pribadi Allah yang sanggup mencukupkan kebutuhan kita (Flp. 3:10)
- Dari pada mengutamakan hasil yang bisa dicapai, pilihlah untuk mengerti kehendak Allah (Rm. 12:2)
- Dari pada dikuasai kecemasan akan hari esok, pilihlah untuk menjalani hari ini bersama Allah yang sanggup memelihara kita hari demi hari (Flp. 4:19)
Di awal tahun ini biarkan firman Tuhan memulihkan prioritas kita. Beralihlah untuk lebih memilih Allah dan kehendak-Nya dibandingkan kuatir akan hidup. Utamakan Dia maka Anda tidak akan dinomorduakan (dcm). Amin.
Pertanyaan untuk direnungkan:
- Hal apa saja yang sering menggeser prioritas Anda selama ini?
- Bagaimana firman Tuhan hari ini menegur dan mengingatkan Anda untuk lebih mengutamakan Tuhan dari pada yang lainnya, apa yang ingin Anda lakukan sekarang?