Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima

Minggu, 28 Desember 2025

SEMUA TENTANG KRISTUS
一切關於基督
2 Korintus 4:5

 

“Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.”

Fenomena viral pembantu memakai barang tuannya untuk membuat konten tiktok tanpa izin sedang marak.

Artis Chelsea Olivia membagikan kisahnya Asisten Rumah Tangga (ART) yang memakai barangnya tanpa ijin. ART itu diduga menggunakan pakaian Chelsea tanpa izin, menjual beberapa barang (termasuk tasnya), dan juga memiliki kebiasaan negatif seperti merokok dan mabuk-mabukan di rumah. Setelah kejadian tersebut, Chelsea Olivia memutuskan untuk men-viral-kan wajah ART tersebut agar tidak ada korban lain. Ia merasa perlu bertindak demi melindungi anak-anak mereka dari pengaruh negatif.

Paulus menyebut dirinya hamba Kristus. Kata hamba (dalam bahasa Yunani doulos) memiliki makna orang yang tunduk kepada, dan sepenuhnya berada di bawah kekuasaan tuannya; seorang budak. Pada zaman Romawi, istilah budak dapat merujuk pada seseorang yang secara sukarela melayani orang lain.

Di bawah hukum Romawi, seorang budak dianggap sebagai milik pribadi pemiliknya. Budak pada dasarnya tidak memiliki hak dan bahkan dapat dibunuh tanpa ada sanksi oleh pemiliknya. Budak sepenuhnya bekerja untuk tuannya.

Ketika lawan-lawannya di Korintus yang ingin menyebar-luaskan bahwa motif pelayanan Paulus hanya untuk kepentingan diri sendiri, Paulus menegaskan bahwa pokok pemberitaannya adalah “Kristus Yesus sebagai Tuhan”. Paulus tidak memuliakan dirinya sendiri melainkan menampilkan dirinya sebagai seorang hamba Kristus. Natal berbicara tentang Kristus, yang lahir di dalam kesederhanaan di palungan.

Gemerlap perayaan Natal tidak boleh sampai mencuri kemuliaan Kristus. Kristus harus menjadi sentral perayaan Natal, bukan sekedar pemanis kemeriahan sebuah acara.

Semua tentang Kristus. Mari kita sepenuhnya memberitakan Kristus Juru Selamat.

“Ketika kita datang kepada Kristus, kita bukan lagi orang terpenting di dunia ini bagi kita; Kristuslah yang terpenting. Alih-alih hidup hanya untuk diri sendiri, kita memiliki tujuan yang lebih tinggi: hidup bagi Yesus”
~ (Billy Graham)

 

Pertanyaan untuk direnungkan:

  1. Apakah saya lebih sering berbicara tentang diri atau Kristus ? Mengapa?
  2. Bagaimana saya menumbuhkan sikap hamba dalam hidup saya?
Follow us: