Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 31 Mei 2026
TAK DAPAT DITOLAK
不可拒絕
(Kisah Para Rasul 2:29-40)
Seorang yang keras hatinya dan suka memberontak bertobat setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus melalui sebuah acara kebaktian.
Secara manusiawi orang tersebut tidak mungkin dapat berubah.
Namun, ketika Roh Kudus menginsafkannya ia tak dapat menolaknya.
Di abad ke-16 para pengikut John Calvin telah merumuskan doktrin yang salah satunya adalah Irresistible Grace (Anugerah yang Tidak Dapat Ditolak): Yaitu panggilan keselamatan dari Allah bagi orang pilihan pasti efektif dan tidak dapat ditolak.
Ketika Allah memberi anugerah, orang tersebut akan merespons dengan iman.
Namun, jauh dari itu bahwa ketika Rasul Petrus berkhotbah di hari Pentakosta ada begitu banyak hati orang sangat terharu (TB), hati mereka tersayat (TB2) dan dalam bahasa Yunaninya memakai kata κατανύσσω (katanysso) secara harfiah diterjemahkan sebagai menusuk atau menyengat dan dalam arti kiasan digunakan untuk menggambarkan perasaan sedih yang mendalam, penyesalan, atau kesedihan yang menusuk hati karena kesadaran akan dosa.
Sehingga mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”
Dan Petrus menjawab mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus.” (TB2).
Demikianlah pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa ketika Ia menginsafkan orangorang yang berdosa untuk berbalik kepada Allah, tak dapat ditolak.
Namun bukan berarti Roh Kudus memaksakan kehendak-Nya atas orang berdosa.
Roh Kudus mengubah hati seseorang yang tadinya keras dan menolak menjadi menerima Kristus dengan hati yang rela.
Yang tadinya membenci Allah menjadi begitu merindukan keselamatan dari-Nya.
Bersyukur kepada Allah yang telah menyatakan anugerah dan karunia-Nya yang begitu besar kepada kita.
Namun, jangan pernah melupakan bahwa masih begitu banyak orangorang di luar sana yang masih hidup di dalam dosanya namun belum bertemu dengan kasih Allah.
Menjadi tugas kita untuk memberitakan kabar baik kepada mereka.
Bila Allah dapat memakai para rasul-Nya dua ribu tahun yang lalu, Ia juga dapat memakai kita untuk memenangkan banyak jiwa agar diselamatkan.
“Kedaulatan anugerah dan kedaulatan Roh berarti bahwa ketika Allah memilih, Dia dapat mengatasi pemberontakan dan perlawanan dari kehendak kita. Dia dapat membuat Kristus tampak begitu menarik sehingga perlawanan kita dipatahkan dan kita dengan bebas datang kepada-Nya, menerima Dia, dan percaya kepada-Nya.” -John Piper-
Pertanyaan untuk direnungkan:
- Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang begitu menentang Injil yang diberitakan?
- Bagaimana sikap Anda menghadapi orang yang demikian?