Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 27 September 2026

KABAR INJIL KARENA KASIH
因愛傳揚福音
(Roma 10:4–15)

 

Roma 10:4–15 mengingatkan kita bahwa keselamatan bukanlah sesuatu yang dapat dicapai manusia melalui usaha atau kemampuan dirinya sendiri. Allah mengambil inisiatif untuk menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus. Karena itu, keselamatan diterima melalui iman kepada Kristus, bukan melalui pencapaian manusia.

Pemahaman ini juga menolong kita melihat kembali arti penginjilan. Kita bukanlah penyelamat manusia. Kita hanyalah seperti “kotak pizza” yang membawa sesuatu yang jauh lebih penting: Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Kotaknya bukan pusat perhatian; yang penting adalah isi yang dibawanya. Demikian juga, orang percaya dipanggil untuk menjadi pembawa berita Injil, sementara keselamatan tetap merupakan karya Allah.

Karena itu, keberhasilan penginjilan tidak seharusnya diukur berdasarkan berapa banyak orang yang berhasil kita “menangkan” atau “pertobatkan”. Jika angka menjadi ukuran utama, penginjilan dapat berubah menjadi pencapaian pribadi. Kita akhirnya lebih sibuk menghitung hasil daripada menjalankan kesetiaan. Roma 10:14–15 justru menggambarkan orang percaya sebagai mereka yang diutus untuk memberitakan Kabar Baik. Tugas kita adalah menyampaikan Injil dengan setia; bagaimana seseorang meresponsnya berada dalam karya Allah.

Hal ini juga berarti bahwa kita tidak perlu merasa gagal ketika seseorang belum percaya meskipun kita sudah berusaha menjelaskan Injil. Kemampuan berbicara, argumentasi, atau metode penginjilan tidak dapat memaksa seseorang untuk beriman. Kita dipanggil untuk terus bersaksi dan berdoa, sambil mempercayakan pekerjaan Allah kepada-Nya.

Lalu, mengapa kita tetap memberitakan Injil? Karena kasih. Kita telah terlebih dahulu menerima kasih Kristus, sehingga kita rindu orang lain juga mengenal keselamatan di dalam Dia. Penginjilan bukan sekadar kewajiban, tetapi ungkapan kasih kepada Tuhan dan sesama. Kasih tidak membuat kita diam ketika mengetahui bahwa ada kabar baik yang perlu disampaikan.

Kita tidak dipanggil untuk menyelamatkan orang lain, tetapi dipanggil untuk setia membawa Kabar Baik kepada mereka karena kita telah lebih dahulu dikasihi Kristus.

 

Pertanyaan Reflektif:

  1. Apakah selama ini saya lebih melihat penginjilan sebagai kewajiban, pencapaian, atau ungkapan kasih? Mengapa?
  2. Ketika orang yang saya injili belum percaya, apa yang biasanya saya rasakan? Bagaimana pemahaman bahwa keselamatan adalah karya Allah dapat mengubah sikap saya?
  3. Siapa orang di sekitar saya yang Tuhan mungkin sedang undang untuk saya kasihi dan saya kenalkan kepada Kristus? Langkah sederhana apa yang dapat saya lakukan minggu ini?
Follow us: