Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 15 Maret 2026

MENANTI WAKTU TUHAN
等候上帝的時間
(Kejadian 37 dan 45)

 

Menanti adalah pekerjaan yang melelahkan tetapi hasilnya tidak akan mengecewakan. Terlebih kita menantikan waktunya Tuhan. Di dalam rencana agung-Nya kita mesti bersabar dan tekun menjalani setiap tahap dan prosesnya. Tuhan tidak ingin kita segera mencapai hasil yang kita inginkan tetapi ia ingin membentuk kita melalui penantian yang bisa memakan waktu yang tidak singkat.

Kisah Yusuf adalah kisah klasik tentang seorang pemimpi yang mimpinya harus “tertidur” untuk sementara waktu, agar pada waktu Tuhan ia bangun dengan kemuliaan yang sempurna.

Mulai dari mimpinya yang membuat kakak-kakaknya iri dan benci hingga Yakub yang menyimpan segala hal itu di dalam hatinya (Kej. 37:11). Tentu respon kakak-kakaknya dan Yakub, ayahnya sangat berbeda. Kakak-kakak Yusuf tidak bisa menerima mimpi itu karena itu membuat kesenjangan yang sangat mencolok. Tetapi bagi Yakub, seorang yang telah sering bergumul dengan imannya, melihat bahwa mimpi itu berasal dari Tuhan yang dalam waktu-Nya akan terjadi. Mimpi itu pasti akan menjadi kenyataan. Kapan? Hanya Tuhan yang tahu sebab Ia sendiri yang menentukan waktunya yang terindah. Yusuf harus melalui proses panjang yang dimulai dari perasaan iri dan benci kakak-kakaknya sehingga memasukkannya ke dalam sumur dan menjualnya sebagai budak. Menceritakan kepada ayahnya bahwa Yusuf telah mati diterkam binatang buas. Dari sini sepertinya mimpi itu tidak akan menjadi kenyataan. Begitu pun saat Yusuf mengalami fitnahan oleh istri Potifar dan dimasukkan ke dalam penjara. Semakin tidak mungkin mimpinya menjadi nyata. Namun bagi Allah, Yusuf sedang dalam perjalanan menuju perwujudan mimpinya.

Rentang waktu sekitar dua puluh dua tahun Yusuf terbangun dari tidurnya dan melihat mimpinya menjadi nyata. Meski hampir dua tahun pula ia dilupakan oleh juru minum raja (Kej. 41:1) tetapi rencana Allah tidak pernah gagal. Akhirnya apa yang dimimpikan berpuluhtahun lalu menjadi nyata. Yusuf menjadi penguasa di Mesir (Kej. 41:37-45).

Ketika Yakub diberitahu oleh kakak-kakaknya Yusuf, dia tidak mempercayainya. Hati Yakub telah menjadi dingin dan beku (lumpuh, terkejut), karena itu ia tidak dapat mempercayai berita itu. Namun kini bagi Yakub, janji yang sudah lama “tersimpan” dalam hatinya itu tiba-tiba menjadi kenyataan. Butuh waktu bagi imannya untuk “mencair” dan menerima kenyataan. Dan setelah melihat bukti dan mendengar semua perkataan Yusuf, semangat Yakub bangkit kembali. Inilah sambungan dari pernyataan; tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya (Kej. 37:11).

Penggenapan Tuhan seringkali datang di saat kita paling tidak menduganya, dan dengan cara yang melampaui akal kita. Waktu Tuhan selalu tepat. Ia tidak pernah terlambat. Semua air mata, semua penantian, semua rasa sakit di masa lalu, semuanya terbayar lunas ketika kemuliaan Tuhan dinyatakan.

 

Pertanyaan untuk diskusi dalam kelompok.

  1. Dapatkah Anda menceritakan pengalaman tentang penantian yang akhirnya menjadi kenyataan namun kita sulit untuk mempercayainya bahwa Allah telah menuntun Anda sampai kepada rencana-Nya yang sempurna?
  2. Bagaimana Anda dapat melihat dengan mata iman bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari proses Tuhan untuk membentuk karakter Anda lewat penantian yang melelahkan?
Follow us: