Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 26 April 2026
BELUM TITIK, MASIH KOMA
並非終點, 還會繼續
(Yohanes 20:18-23)
Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah karya yang sempurna dan tuntas untuk menyelamatkan umat-Nya. Namun, keselamatan yang kita terima bukanlah titik akhir dari perjalanan iman, melainkan tanda koma yang mengundang kita untuk terus hidup dalam kasih kepada Tuhan dan sesama.
- Kebaikan dan berkat Tuhan mendahului perintah Tuhan (ayat 19-21).
Sebelum Yesus memberi perintah untuk diutus, Ia lebih dulu memberikan damai sejahtera dan menunjukkan tangan serta lambung-Nya yang terluka. Ini mengajarkan bahwa ketaatan kita selalu lahir dari pengalaman akan kebaikan dan anugerah-Nya yang sudah lebih dulu bekerja. - Yesus mengutus Roh Kudus untuk memimpin hidup kita (ayat 22).
Dengan menghembusi murid-murid-Nya dan berfirman, “Terimalah Roh Kudus,” Yesus menunjukkan bahwa misi pengampunan dan pemberitaan Injil tidak mungkin dijalankan dengan kekuatan sendiri, tetapi hanya oleh pimpinan Roh yang tinggal di dalam kita. - Yesus memanggil umat-Nya untuk mengasihi, mengampuni, dan memberitakan Injil.
Pengampunan yang kita terima bukan untuk disimpan, melainkan untuk dialirkan kepada orang lain sebagai wujud kasih nyata. Amanat memberitakan Injil adalah kelanjutan alami dari hidup yang terus dikasihi dan dipimpin oleh Tuhan.
Kesimpulan:
Keselamatan bukanlah garis finis, melainkan garis start untuk hidup dalam misi kasih. Jangan berhenti pada “sudah selamat”, karena masih ada “koma” yang mengarah pada panggilan mengasihi, mengampuni, dan bersaksi.
Dua pertanyaan untuk direnungkan:
- Apakah saya selama ini menjadikan keselamatan sebagai tujuan akhir, atau sebagai awal untuk sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan sesama?
- Dalam hal apa saya masih sulit mengampuni, padahal Roh Kudus yang sama sudah tinggal di dalam saya untuk memimpin saya melakukannya?