Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 08 November 2026
BUKAN SEKADAR MENGUMPULKAN
不僅是收集
(Amsal 3:9-10)
Seringkali perhatian kita ketika melihat ayat 9 yang berkata: hasil pertama dari segala penghasilanmu, diartikan sebagai “buah sulung”. Namun, buah sulung sering disalahartikan. Hari ini kita belajar apa arti sesungguhnya “buah sulung”. Keluaran 23:19; 34:26 membawa hasil pertama, Imamat 23:10-14 membawa seberkas hasil pertama yang terbaik ke rumah Tuhan, Ulangan 26:1-11 mengambil sebagian hasil pertama dalam bakul dan membawanya ke tempat ibadah. Jadi buah sulung bukan memberikan semuanya, tetapi memberikan hasil terbaik. Jadi buah sulung tidak sama dengan semua PANEN PERTAMA. Menjadi “pengingat” bahwa semua berkat datang dari Tuhan:
- Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari Mesir
- Tanah Israel adalah pemberian dari Tuhan
- Hasil kerja mereka bergantung pada berkat Tuhan
- Berkat Tuhan dapat dinikmati bersama termasuk dengan orang Lewi dan pendatang
Mengapa kita harus memberi? Karena hati kita perlu dibentuk. Tuhan menginginkan agar kita jangan terikat oleh harta. Kalau begitu apa lawan dari “cinta akan uang”? Mencintai Tuhan! Jadi kita memberi bukan karena kewajiban tetapi karena kita mengasihi Tuhan.
Memberi adalah bagian dari latihan jiwa
- Kita telah mendapatkan anugerah keselamatan
- Semua berkat datang dari Tuhan
- Tuhan memberkati kita supaya kita jadi berkat
Dua pertanyaan untuk direnungkan:
- Dalam cara Anda memberi selama ini, apakah Anda sudah memberikan yang terbaik dari hasil Anda—bukan hanya sisanya atau sekadar memenuhi kewajiban—sehingga memberi itu benar-benar menjadi pengingat bahwa semua berkat berasal dari Tuhan?
- Jika memberi adalah sarana Tuhan membentuk hati Anda agar tidak terikat pada harta, bukti nyata apa dalam hidup Anda yang menunjukkan bahwa Anda memberi karena mengasihi Tuhan, bukan karena terpaksa atau sekadar rutinitas?