Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 04 Oktober 2026

HARAPAN DI TENGAH KEHANCURAN
毀滅中的指望
(Yesaya 11:1-5)

 

Melalui firman Tuhan Minggu ini kita diajak untuk melihat bahwa di tengah reruntuhan umat-Nya, Tuhan tetap memiliki rencana dan pengharapan bagi mereka. Oleh sebab itu di tengah kehancuran sekalipun kita harus tetap memiliki iman untuk berharap kepada-Nya, sebab Ia yang setia tidak akan pernah meninggalkan kita. Oleh sebab itu tiga poin berikut ini kiranya dapat menolong kita untuk mampu berharap di tengah kehancuran yang kita alami.

  1. Lihatlah Rencana-Nya (ayat 1-2)
    Dari tunggul yang tampak mati, Allah menumbuhkan Tunas baru, yaitu Mesias. Rencana-Nya tidak pernah gagal oleh kegelapan manusia. Roh TUHAN akan hinggap padanya: hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengetahuan, dan takut akan TUHAN. Jadi, kehancuran bisa menjadi tempat Tuhan memulai pemulihan yang lebih besar. Kita diajak percaya pada rencana-Nya, bukan pada besarnya masalah.
  2. Lihatlah Kuasa-Nya (ayat 3-4)
    Kuasa-Nya nyata dalam cara Ia memerintah: tidak menilai berdasarkan penampilan atau kabar angin. Ia menghakimi dengan kebenaran dan membela orang lemah. Firman-Nya sanggup meruntuhkan kejahatan dan membawa keadilan. Di tengah kehancuran, kuasa Tuhan tidak terbatas oleh keadaan. Ia mampu mengubah puing menjadi tempat keadilan dan damai.
  3. Lihatlah Kasih Setia-Nya (ayat 5)
    Keadilan dan kesetiaan menjadi ikat pinggang-Nya, tanda pemerintahan yang teguh. Kasih setia-Nya bukan perasaan sementara, tetapi komitmen yang menopang janji. Ia tidak meninggalkan umat-Nya dalam kegelapan. Justru ketika segala sesuatu runtuh, kesetiaan-Nya semakin terlihat. Kita boleh berpegang pada kasih setia-Nya yang tidak pernah berubah.

Sebuah teladan dari Joni Eareckson Tada yang mengalami kehancuran dalam hidupnya, namun di tengah air mata ia menemukan sesuatu yang lebih dalam – kehadiran Tuhan yang tidak pernah meninggalkannya. Dari keterbatasan lahir keindahan, dari rasa sakit muncul pengharapan.

 

Pertanyaan untuk direnungkan:

  1. Pernahkah Anda mengalami situasi yang dihadapi oleh bangsa Yehuda, yaitu hidup tanpa harapan dan tenggelam dalam titik kehancuran yang terdalam?
  2. Langkah kecil apa yang dapat Anda ambil untuk tetap melihat pada rencana-Nya, kuasa-Nya dan pada kasih setia-Nya?

 

毁灭中的盼望(以赛亚书 11:1-5)

 透过本周上帝的话语,我们被邀请看见:在祂子民的废墟之中,上帝仍然为他们有计划和盼望。因此,即使身处毁灭之中,我们仍要凭信心仰望祂,因为那位信实的上帝永远不会撇弃我们。因此,以下三点愿能帮助我们,在我们所经历的毁灭中仍然能够有盼望。

  1. 看祂的计划(第1-2节)
    从看似枯死的树桩中,上帝使新的嫩枝长出,就是弥赛亚。祂的计划绝不会因人类的黑暗而失败。耶和华的灵要住在他身上:智慧、悟性、谋略、能力、知识,以及敬畏耶和华。因此,毁灭可以成为上帝开始更大恢复的地方。我们被邀请信靠祂的计划,而不是问题的巨大。
  2. 看祂的权能(第3-4节)
    祂的权能显明在祂治理的方式中:祂不凭外貌或传闻判断。祂以公义审判,并为软弱的人辩护。祂的话语能拆毁邪恶,带来公义。在毁灭之中,上帝的权能不受环境限制。祂能使废墟成为公义与和平之处。
  3. 看祂的慈爱信实(第5节)
    公义和信实成为祂的腰带,是坚定治理的记号。祂的慈爱信实不是暂时的感觉,而是支撑应许的委身。祂不会把祂的子民留在黑暗里。恰恰当一切崩塌时,祂的信实更加显明。我们可以紧紧抓住祂永不改变的慈爱信实。

一个榜样来自琼妮·厄尔克森·塔达(Joni Eareckson Tada),她经历了生命中的毁灭,但在泪水中她发现了更深的东西——那位从未离开她的上帝同在。从限制中生出美丽,从痛苦中涌现盼望。

 

反思问题: 

  1. 你是否曾经历过犹大民族所面对的情况,就是活在毫无盼望中,并沉入最深的毁灭之点?
  2. 你可以采取什么小步骤,继续定睛于祂的计划、祂的权能和祂的慈爱信实?
Follow us: