Bahan Komsel GKJ Jembatan Lima
Minggu, 19 April 2026
TITIK TEMU = TITIK PEMULIHAN
共同點=復興點
(Roma 5:1-11)
Paulus mengingatkan bahwa kita yang dibenarkan karena iman memiliki damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. Bukan hanya itu, kita juga bermegah dalam pengharapan akan kemuliaan Allah, bahkan bermegah dalam penderitaan. Mengapa? Karena penderitaan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji, dan tahan uji menghasilkan pengharapan yang tidak mengecewakan — sebab kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus.
Saat kita masih lemah, Kristus mati bagi orang fasik. Sangat jarang orang mau mati untuk orang benar, apalagi untuk orang berdosa. Namun Kristus justru memilih mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Karena itu, setelah dibenarkan oleh darah-Nya, kita akan diselamatkan dari murka Allah melalui Dia. Jika dulu kita bermusuhan dengan Allah, kini kita diperdamaikan dan bersukacita dalam Allah.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa keselamatan bukan hasil usaha kita, tetapi anugerah Allah melalui iman. Damai dengan Allah bukan perasaan sementara, tetapi realitas rohani yang kekal. Penderitaan pun tidak sia-sia; Allah memakainya untuk membentuk karakter yang berpengharapan. Kasih Allah begitu nyata: Ia datang saat kita paling tidak layak menerimanya.
Pertanyaan untuk direnungkan:
- Apakah Anda benar-benar hidup dalam damai sejahtera dengan Allah, atau masih merasa perlu “berbuat baik” agar diterima-Nya?
Renungkan: Damai dengan Allah adalah pemberian Kristus, bukan hasil kerja manusia. Apakah iman Anda berakar pada anugerah, atau pada performa ibadah Anda sendiri? - Bagaimana respons Anda saat menghadapi penderitaan? Apakah Anda mengeluh, atau justru melihatnya sebagai sarana Allah untuk mematangkan pengharapan saya?
Renungkan: Paulus bermegah dalam penderitaan karena ia tahu tujuannya. Apakah Anda percaya bahwa kasih Allah yang sudah dicurahkan bagi Anda cukup kuat untuk menopang Anda di masa sulit?